Kode Semesta
Aku pernah berbuat salah, dan dalam sadarku bilang " Ya tuhan hamba tahu hamba salah, hukum hamba jika hamba keterlaluan" awalnya aku membantu seseorang atas permintaan orang tersebut tapi aku agak sedikit pamrih. jangankan bilang terima kasih, menghargai ketulusan ku pun tak ku dapat kan. Lalu sebulir-bulir pamrih muncul dibenak ku "Aku sudah lelah membantu setidaknya berikan aku sesuatu lah !" mungkin kelembutan hati seorang melankolia ada pada diriku, ketulusan dan kesabaran mungkin ada padaku tapi tidak dengan "Keikhlasan". Alhasil hati si melankolia ini sangat rentan terhadap godaan setan yang membisikkan kata "Dendam" apalagi jika jati dirinya dikubur oleh orang tak bertanggung jawab. Maka dari itu aku mengambil sesuatu "milik orang tersebut" bisa dibilang aku "mencuri" tapi kondisinya aku berani terus terang jika orang tersebut bertanya, fakta nya hal itu tidak pernah dipertanyakan, alhasil "kesalahan" itu diam dalam keheningan. Tapi suatu waktu aku pernah berterus terang jikalau aku pernah mengambil "sesuatu itu" orang tersebut tidak marah karena sudah terjadi. Intinya aku hanya menunda kejujuran ku, karena jika aku jujur tepat waktu itu akan menyakiti hati ku, sebagai orang yang kehilangan jati diriku setidaknya aku masih menyayangi diriku sendiri. Ya aku kekanak-kanakan memang dan sangat egois, tapi itu semua demi mengembalikan jati diri ku. Gara-gara kejadian itu makanya aku mengucap kalimat ini " Ya tuhan hamba tahu hamba salah, hukum hamba jika hamba keterlaluan". Dan Allah benar-benar menghukum ku. Dalam kedipan mata aku kehilangan apa yang aku punya bahkan aku menghilangkan apa yang orang lain punya juga, dalam jentikan jari seketika aku runtuh menanggung beban mempertanggung jawabkan itu semua, dan dalam sepersekian detik aku minta ampun pada Tuhan karena terlalu sombong. Sampai saat ini aku selalu tahu Allah maha baik, walaupun aku terus-terusan berkeluh kesah padaNya. Setiap keluh kesah ku yang seolah tak pernah bersyukur, aku selalu menekankan itu adalah "Qadarullah" agar tak ada lagi bisikan setan yang masuk apalagi dengan kata "DENDAM".
Akhirnya aku menyadari satu hal yang tadinya aku pikir love language pertama yang aku butuhkan tuh "Act of Service" karena kan aku sering menyukai tokoh Tsundere dalam drama yang kebanyakan love language nya seperti itu dan ternyata aku keliru. Gara-gara kejadian yang "DENDAM" itu ternyata love
language pertama aku tuh "Words of Affirmation" bukan karena aku terlalu haus pujian tapi terkadang kalimat-kalimat yang memiliki makna "Positive Vibes" itu mampu mendorong aku untuk tidak "Insecure" dan menjadi "Support" untuk orang yang kehilangan "Support System" seperti aku , agar aku merasa layak dan tidak kehilangan rasa berharga. Tak ku sangka semua nya benar-benar FYP buat aku. Terima kasih tuhan akan pelajaran baru lagi, terima kasih semesta akan kodenya. #kodesemesta
Padahal sering geli dan tak pernah jatuh cinta sama orang yang love language nya "Words of Affirmation" ini soalnya kebanyakan "Gombal" karena aku tidak suka romantis menye-menye. Eh ternyata malah itu yang aku butuhkan jadi ternyata aku sering kali salah menanam rasa. Ter fyp-fyp gak tuh semesta bilang "tuhan kasih apa yang aku butuhkan tapi bukan yang aku suka" ternyata perasaan "Suka" itu berdiri sendiri dan bukan "Cinta" karena "Cinta itu adalah Kebutuhan". Enteng banget kalo tuhan yang ngasih pelajaran, se-Enteng itu. Kalo orang yang ngasih tau, auto bebal😂