KRIPTOGRAFI



Ada dua cara yang paling dasar pada kriptografi klasik. Yang pertama adalah transposisi. Transposisi adalah mengubah susunan huruf pada plaintext sehingga urutannya berubah. Contoh yang paling sederhana adalah mengubah suatu kalimat dengan menuliskan setiap kata secara terbalik.

Plaintext: IBU AKAN DATANG BESOK PAGI
Ciphertext: UBI NAKA GNATAD KOSEB IGAP

Contoh transposisi yang sedikit lebih sulit adalah plaintext yang disusun dalam kelompok huruf yang terdiri dari beberapa kolom huruf, misalnya 5 kolom huruf :

IBUAK
ANDAT
ANGBE
SOKPA
GIAAA


Plaintext disusun dalam 5 kolom huruf
kemudian dituliskan per kolom, dengan urutan kolom yang bisa berubah-ubah. IAASGBNNOIUDGKAAABPAKTEAA Kolom huruf dituliskan berurutan dari kolom 1,2,3,4,5

Cara kedua adalah cara substitusi yaitu setiap huruf pada plaintext akan digantikan dengan huruf lain berdasarkan suatu cara atau rumus tertentu. Ada dua macam substitusi yaitu polyalphabetic substitution cipherdanmonoalphabetic substitution cipher. Padapolyalphabetic substitution cipher, enkripsi terhadap satu huruf yang sama bisa menghasilkan huruf yang berbeda sehingga lebih sulit untuk menemukan pola enkripsinya.
Pada monoalphabetic substitution cipher maka satu huruf tertentu pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain, sehingga pola enkripsinya lebih mudah diketahui, karena satu huruf pada ciphertext pasti merepresentasikan satu huruf pada plaintext.
Salah satu contoh cara substitusi adalah dengan dengan pergeseran huruf. Kita lihat pada gambar 4, urutan abjad ABCD…….Z bisa digeser sebanyak 1 huruf sehingga huruf A akan menjadi B, B akan menjadi C dan seterusnya. Pergeserannya bisa dibuat lebih banyak yaitu 2 huruf sehingga huruf A akan menjadi C, B akan menjadi D dan seterusnya. Pergeseran bisa lebih banyak lagi tergantung bagaimana kita merumuskannya. Cara pergeseran ini termasukmonoalphabetic substitution cipher di mana satu huruf pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain. Karena relasi antara huruf plaintext dan huruf ciphertext satu-satu, yang artinya suatu huruf plaintext pasti menjadi suatu huruf ciphertext tertentu, maka cara monoalphabetic substitution cipher sangat mudah dipecahkan.

Algoritma Kriptografi Klasik memiliki ciri:
  1. Berbasis Karakter
  2. Menggunakan pena dan kertas saja (belum ada komputer)
  3. Termasuk ke dalam kriptografi kunci-simetri
Secara Teknik Algoritma Kriptografi Klasik terdiri dari:
1. Teknik Subsitusi
2. Teknik Transposisi

Kriptografi Modern

Kriptografi Modern karakter dikonversi ke dalam suatu urutan digit binner (bits) yaitu 1 dan 0 dengan menggunakan skema encoding ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Perkembangan algoritma kriptografi modern didorong oleh penggunaan komputer digital untuk keamanan pesan. Dalam Kriptografi Modern, kunci, plainteks, cipherteks, diproses dalam rangkaian bit dengan Operasi bit XOR. 

Kriptografi modern menggunakan gagasan dasar yang sama seperti kriptografi klasik (permutasi dan transposisi) tetapi penekanannya berbeda. Pada kriptografi klasik, kriptografer menggunakan algoritma yang sederhana, yang memungkinkan cipherteks dapat dipecahkan dangan mudah (melalui penggunaan statistik, terkaan, intuisi, dsb). Algoritma kriptografi modern dibuat sedemikian kompleks sedemikian sehingga kriptanalis sangat sulit memecahkan cipherteks tanpa mengetahui kunci.
Algoritma kriptografi modern umumnya beroperasi dalam mode bit ketimbang mode karakter. Operasi dalam mode bit berarti semua data dan informasi (baik kunci, plainteks, maupun cipherteks) dinyatakan dalam rangkaian (string) bit biner, 0 dan 1. Algoritma enkripsi dan dekripsi memproses semua data dan informasi dalam bentuk rangkaian bit. Rangkaian bit yang menyatakan plainteks dienkripsi menjadi cipherteks dalam bentuk rangkaian bit, demikian sebaliknya.

Kriptografi Asimetris


Algoritma simetris, sering juga disebut dengan algoritma kunci rahasia atau sandi kunci rahasia. Algoritma asimetris (asymmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna
Sifat kunci yang seperti ini membuat pengirim harus selalu memastikan bahwa jalur yang digunakan dalam pendistribusian kunci adalah jalur yang aman atau memastikan bahwa seseorang yang ditunjuk membawa kunci untuk dipertukarkan adalah orang yang dapat dipercaya. Masalahnya akan menjadi rumit apabila komunikasi dilakukan secara bersama-sama oleh sebanyak n pengguna dan setiap dua pihak yang melakukan pertukaran kunci, maka akan terdapat sebanyak (n-1)/2 kunci rahasia yang harus dipertukarkan secara aman.
Algoritma simetri (Algoritma Klasik) Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang sama.
Algoritma asimetris (Algoritma Publik) Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda. Kunci terbagi dua bagian yakni: kunci rahasia (private key) dan kunci umum (public key). Algoritma yang biasa digunakan adalah: 1. Digital Signature lgortihm (DSA) 2. RSA 3. Diffie-Hellman (DH) 4. Elliptic Curve Cryptiography (ECC) 5. Kripto Quantum, dan lain sebagainya
Contoh dari algoritma kriptografi simetris adalah Cipher Permutasi, Cipher Substitusi, Cipher Hill, OTP, RC6, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, Rijndael (AES), Blowfish, GOST, A5, Kasumi, DES dan IDEA.
Kelebihan :
·         Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik
·         Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit
Kelemahan :
·         Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
·         Untuk   tingkat   keamanan   sama,   kunci   yang   digunakan   lebih   panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.
Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal

Kriptografi Asimentris atau disebut juga Public Key Criptography (PKC), adalah kriptografi yang menggunakan 2 buah kunci (private & publik) yang masing-masing kunci tersebut hanya digunakan untuk enkripsi saja atau dekripsi saja.

Kunci public adalah kunci yang publikasikan/diberikan kepada orang lain, sedangkan kunci private harus dirahasiakan.

Apabila pesan di-enkripsi menggunakan kunci publik, maka dekripsi-nya menggunakan kunci private. Artinya, pesan hanya bisa dibuka oleh pemilik kunci private. Hal ini biasanya digunakan untuk tujuan confidentalily (kerahasiaan).

Sebaliknya, apabila pesan dienkripsi menggunakan kunci private, maka dekripsi-nya menggunakan kunci publik. Disini sudah jelas, berarti semua orang bisa membukanya. Ini biasa digunakan untuk melakukan authentication.






Postingan populer dari blog ini

Kode Semesta

Segalanya Bersamamu

Apa Yang Hatiku Katakan